Selamat Datang di KOREM 083 MALANG

Sejarah

Bendera

SEJARAH SINGKAT

KOREM 083/BALADHIKA JAYA

A. Awal Pembentukan.

Sejarah pembentukan dan pertumbuhan Korem 083 erat kaitannya dengan sejarah perjuangan yang terjadi di bekas wilayah Karesidenan Malang dan Besuki, oleh karena itu awal pembentukan dan pertumbuhan Korem 083/Bdj berkaitan dengan sejarah:

  1. Divisi VIII/Trikora di Jawa Timur.
  2. Divisi VII/Suropati yang meliputi wilayah Malang, Lumajang, Bondowoso dan Jember.
  3. Brigade III/Damarwulan Divisi I Jawa Timur yang meliputi wilayah Karesidenan Besuki.
  4. Brigade IV Divisi I Jawa Timur yang meliputi wilayah Karesidenan Besuki.
  5. Resimen Infanteri 18 dan 19.

Berdasarkan Surat Keputusan Panglima T.T.V/Brawijaya Nomor: 095 Ba/Di.Braw/52 KPTS tanggal 1 Mei 1952, maka nama dan organisasi Brigade di ganti menjadi Resimen. Untuk Brigade III dan Brigade IV dengan demikian diganti menjadi resimen Infanteri 19 yang meliputI wilayah Karesidenan Besuki dan Resimen Infanteri 18 yang meliputi wilayah Karesidenan Malang. Kesatuan -kesatuan inilah yang merupakan cikal bakal terbentuknya Korem 083/Bdj.

Pada awal pembentukannya, Resimen 18 yang meliputi wilayah Karesidenan Malang membawahi:

  1. Batalyon 512.
  2. Batalyon 513.
  3. Batalyon 524.
  4. Batalyon 527.
  5. Batalyon 528.

Dilengkapi dengan: PDM 1801, PDM 1802, PDM 1803, PDM 1804

Sedangkan Resimen Infanteri 19 yang meliputi wilayah Karesidenan Besuki pada awalnya membawahi:

  1. Batalyon 503.
  2. Batalyon 509.
  3. Batalyon 510.
  4. Batalyon 514.
  5. Batalyon 526.

Dilengkapi dengan PDM 1901,PDM 1902, PDM 1903, PDM 1904.

Sejalan dengan perkembangan dan pembangunan TNI AD maka Resimen Infanteri 18 dan 19 pun mengalami perubahan - perubahan. Menjelang likuidasinya Resimen - resimen di jajaran Kodam VIII/Brawijaya, Resimen Infanteri 18 tetap membawahi 5 Batalyon ditambah dengan distrik - distrik militer gaya baru yaitu Kodim 0818/Malang, 0819/Pasuruan, 0820/Probolinggo dan Kodim 0821/Lumajang. Sedangkan Resimen Infanteri 19 membawahi: Yonif 509, 510, 514, dan Yonif 506 ditambah dengan distrik - distrik militer gaya baru yaitu Kodim 0822/Bondowoso, 0823/Situbondo, 0824/Jember dan Kodim 0825/Banyuwangi.

B. Pembentukan dan Perkembangan Korem 083/Baladhika Jaya.

Dalam rangka pembangunan TNI AD yang selalu disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan yang dihadapi, maka organisasi dilingkungan TNI AD selalu mengalami perubahan. Sejalan dengan itu pula maka melalui Surat Keputusan Pangdam VIII/Brawijaya Nomor: Kep/152/X/1963 tanggal 16 Oktober 1963, Resimen-resimen Infanteri Kodam VIII/Brawijaya dihapus. Bersamaan dengan itu pula maka lahir dan terbentuklah tiga Korem di Kodam VIII/Brawijaya. Salah satunya adalah Korem 083/Bdj berkedudukan di Malang yang merupakan hasil peleburan dari Resimen Infanteri 18 dan 19.

Berdasarkan Skep Pangdam VIII/Brawijaya Nomor: Kep/1411/XII/1963 tanggal 21 Nopember 1963 menerima peresmian terbentuknya Korem 083/Bdj dengan suatu upacara pada tanggal 25 Nopember 1963 bertindak selaku Inspektur Upacara Menteri Panglima Angkatan Darat Mayor Jenderal TNI Ahmad Yani bertempat di Lapangan Rampal dan sekaligus pelantikan Komandan Korem 083/Baladhika Jaya yang pertama Letnan Kolonel Inf Soemadi.

Korem 083/Bdj dan yang lainnya akhirnya diresmikan pada tanggal 25 Nopember 1963 di Malang berdasarkan Surat Keputusan Pangdam VIII/Brawijaya Nomor: Kep/185/11/1963 tanggal 21-11-1963. Bersamaan dengan itu, untuk Korem 083/Bdj diserahkan pula Dhuaja: "Baladhika Jaya", sehingga Korem 083 disebut Korem 083/Baladhika Jaya, yang meliputi wilayah:

  1. Kodim 0818/Malang.
  2. Kodim 0819/Pasuruan.
  3. Kodim 0820/Probolinggo.
  4. Kodim 0821/Lumajang.
  5. Kodim 0822/Bondowoso.
  6. Kodim 0823/Situbondo.
  7. Kodim 0824/Jember.
  8. Kodim 0825/Banyuwangi.

Pada tahun 1966 berdasarkan Surat Keputusan Pangdam VIII/Brawijaya Nomor: Kep-178/11/1966 tanggal 29-11-1966 Kodim 0833/Kota Malang akhirnya masuk dalam jajaran Korem 083/Baladhika Jaya.

Dengan adanya reorganisasi tahun 1985 di jajaran Kodam V/Brawijaya, berdasarkan Surat Keputusan Pangdam V/Brawijaya Nomor: Skep/01/I/1985 tanggal 5 Januari 1985 tentang organisasi dan tugas korem, maka Korem 083/Bdj mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi adalah pengalihstatusan Kodim 0819/Pasuruan Kepada Korem 082/Citra Panca Yudha Jaya. Dilain hal Korem 083/Bdj menerima pengalihstatusan Kodim - kodim di daerah Madura dari Korem 084/Bhaskara Jaya serta menerima pengorganikan Yonif 512/QY dan Yonif 527/BY sebagai Yonif Ter Korem 083/Bdj. Dengan adanya reorganisasii tahun 1985, maka jajaran Korem 083/Bdj terdiri dari:

  1. Kodim 0818/Kab. Malang.
  2. Kodim 0820/Probolinggo.
  3. Kodim 0821/Lumajang.
  4. Kodim 0822/Bondowoso.
  5. Kodim 0823/Situbondo.
  6. Kodim 0824/Jember.
  7. Kodim 0825/Banyuwangi.
  8. Kodim 0833/Kodya Malang.
  9. Kodim 0826/Pamekasan.
  10. Kodim 0827/Sumenep.
  11. Kodim 0828/Sampang.
  12. Kodim 0829/Bangkalan.
  13. Yonif Ter 512/QY.
  14. Yonif Ter 527/BY

Selain itu dilengkapi pula Bapras Korem 083/Bdj yang terdiri dari:

  1. Denpom V/3 Malang.
  2. Denbekang V-44-03.
  3. Denzibang 2/V.
  4. Denkesyah 05.04.03.
  5. Denpal 05-12-03.
  6. Ajenrem 083/Bdj.

Dalam tahun 1987 terjadi lagi perubahan organisasi dan tugas berdasarkan Surat keputusan Kasad Nomor: Kep/14c/XII/1984 tanggal 19 Juni 1987, yang direalisasikan dengan Surat Perintah Pangdam V/Brawijaya Nomor: Sprin/869/VII/1987 tanggal 24-07-1987. Disamping itu, sesuai Surat Keputusan Pangdam V/Brawijaya Nomor: Skep/192/VII/1987 tanggal 15-07-1987, terjadi alih status Kodim-kodim Madura dari daerah tanggung jawab Korem 083/Bdj kepada Korem 084/BJ menerima kembali Kodim 0819 dari Korem 082/CPYJ. Dengan alih status ini maka jajaran Korem 083/Bdj menjadi sebagai berikut:

  1. Kodim 0818/Kab. Malang.
  2. Kodim 0819/Pasuruan.
  3. Kodim 0820/Probolinggo.
  4. Kodim 0821/Lumajang.
  5. Kodim 0822/Bondowoso.
  6. Kodim 0823/Situbondo.
  7. Kodim 0824/Jember.
  8. Kodim 0825/Banyuwangi.
  9. Kodim 0833/Kodya Malang.
  10. Yonif Ter 512/QY.
  11. Yonif Ter 527/BY.

Berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor: Skep/70/IV/2007 tanggal 4 April 2007 tentang alih status Yonif 527/Baladibya Yudha Korem 083/Baladhika Jaya menjadi organik Brigif 16/Wira Yudha Kodam V/Brawijaya. Sehingga Yonif Ter yang masih berada dalam jajaran Korem 083/Bdj hanya tinggal Yonif 512/QY.

C. Penugasan dan pengabdian Korem 083/Baladhika Jaya.

  1. Penumpasan G30S/PKI (1965-1968).
    1. Melaksanakan Operasi Pagar Betis dan Operasi Ayam Alas di daerah Blitar Selatan.
    2. Pada tanggal 17 Juni 1968 Korem 083/Bdj mengadakan penggerebekan sisa-sisa G30S/PKI di wilayah Kalibening Kabupaten Lumajang.
    3. Pada tanggal 3 Juni 1968 s/d 7 September 1968 Korem 083/Bdj melaksanakan tugas Operasi Trisula untuk menumpas sisa-sisa G30S/PKI di Blitar Selatan.
    4. Melaksanakan Operasi Pancasila di Malang Selatan.
  2. Berdasarkan keputusan Laksusda Jatim Nomor: Skep/23/KAMDA/I/1978 tanggal 26 Januari 1978 mengadakan pembersihan dalam aparat pemerintah (Bahaya Laten G30S/PKI).
  3. Penumpasan Komando Jihad (1982-1985).
    1. Penangkapan terhadap oknum-oknum Lembaga Pendidikan Pesantren Kilat (LP3K) di Malang tahun 1982.
    2. Penangkapan terhadap kasus: Peledakan Gereja di Malang (1984), Peledakan Candi Borobudur jateng (1985) dan peledakan Bus Pengemudi Ekspres di Banyuwangi (1985).
  4. Operasi Seroja Timor-Timur. Korem 083/Bdj mengerahkan Yonif 512/QY dan Yonif 527/BY secara bergiliran semenjak tahun 1975, sebagai berikut:
    1. Yonif 512/QY (1975 s/d 1976, 1983 s/d 1984, 1988 s/d 1990, 1992 s/d 1993).
    2. Yonif 527/BY (1975 s/d 1976, 1977 s/d 1978, 1985 s/d 1987, 19990 s/d 1992).
  5. Operasi Pemulihan Keamanan Konflik Horizontal Ambon-Maluku:
    1. Yonif 512/QY tahun 2000 s/d 2001.
    2. Yonif 527/BY tahun 2000 s/d 2001.
  6. Operasi Pengamanan Daerah Rawan Aceh, Korem 083/Bdj mengerahkan antara lain:
    1. Yonif 512/QY tahun 2001 s/d 2002 dan tahun 2003 s/d 2004.
    2. Yonif 527/BY tahun 2003 s/d 2004.
  7. Operasi Pengamanan Perbatasan Papua. Yonif 512/QY tahun 2005 s/d 2006.
  8. Operasi Bhakti TNI antara lain:
    1. Karya Bhakti Program GNRHL dan TMMD.
      1. GNRHL dilaksanakan di masing-masing kodim jajaran Korem 083/Bdj tahun 2004, 2005.
      2. TMMD I-LXXIX dilaksanakan mulai tahun 1980 s/d 2007.
      3. TMMD ke-83 dilaksanakan tahun 2009 di Pasuruan dan Situbondo.
    2. Karya Bhakti Daerah Bencana Alam antara lain:
      1. Yonif 527/BY melaksanakan tugas Bhirawa ke Larantuka NTT selama 6 bulan tahun 1993.
      2. Di wilayah Kodim 0818/Kab. Malang (Ds. Pujiharjo, Sukoharjo, Sitiharjo Kec. Sumber Manjing Wetan) pada tahun 2004.
      3. Di wilayah Kodim 0823/Situbondo (Ds. Wringin Anom, Kembangsari, Kembangsambi, Kalisari, Banyuglughur Kec.Jati Banteng) pada tahun 2003, 2004, 2005, dan 2006.
      4. Di wilayah Kodim 0824/Jember (Ds. Kemiri, Suci, Panti, Glagah Weru, Pakis Kec. Panti) pada tahun 2006.
      5. Melaksanakan penanggulangan bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung di Kabupaten Jember, Situbondo, Probolinggo, Bondowoso dan Banyuwangi tahun 2005 dan 2006.
      6. Melaksanakan pengamanan bencana alam banjir lumpur PT. Lapindo Brantas Sidoarjo oleh Kodim 0819/Pasuruan tahun 2006.
    3. Melaksanakan karya bhakti secara rutin dan bhakti sosial TNI lainnya secara terprogram sesuai situasi yang dihadapi.
    4. Melaksanakan penaggulangan masalah-masalah gejolak sosial yang timbul di daerah dalam rangka memantapkan stabilitas keamanan Korem 083/Baladhika Jaya.
    5. Disamping itu secara perorangan-pun Korem 083/Bdj mengerahkan personel-personel dari kodim-kodim untuk di-BP-kan pada satuan-satuan batalyon, termasuk tugas-tugas Babinsa Tempur di Aceh.
    6. Operasi Bhirawa di daerah Larantuka - Nusa Tenggara Timur.
    7. Tim Rajawali melaksanakan tugas pengamanan di Propinsi Aceh, Maluku dan Ambon.

D. PEJABAT KOMANDAN KOREM 083/BALADHIKA JAYA MULAI TAHUN 1963 S/D Sekarang.

1 2 3 4 5
sumadi muyadi harun suwandi sujito murgito
         
6 7 8 9 10
guwandi matroji basofi mutoyib dahlan
         
11 12 13 14 15
yusman namuri winarno marsigit afandi
         
16 17 18 19 20
ad sikki suyitno suroyo gino sueng hariyadi hadi lukmono
         
21 22 23 24 25
budiharjo tatang adi cahyono ferdinand udin supidin Tatang sulaiman
         
26        
muhammad nakir        

 

1. KOLONEL INF. DRS.SUMADI 1963 S/D 1966
2. KOLONEL INF. MUYADI 1966 S/D 1970
3. KOLONEL INF. HARUN SUWARDI 1970 S/D 1971
4. KOLONEL INF. SUDJITO 1971 S/D 1975
5. KOLONEL INF. MOERGITO 1975 S/D 1977
6. KOLONEL INF. GUWANDI 1977 S/D 1981
7. KOLONEL INF. MATROJI 1981 S/D 1984
8. KOLONEL INF. BASOFI SUDIRMAN 1984 S/D 1986
9. KOLONEL KAV. MOETOYIB 1986 S/D 1987
10. KOLONEL INF. DAHLAN EFENDI 1987 S/D 1988
11. KOLONEL INF. YUSMAN YUSTAM 1988 S/D 1991
12. KOLONEL INF. NAMURI ANOEM 1991 S/D 1993
13. KOLONEL INF. WINARNO 1993 S/D 1994
14. KOLONEL INF. MARSIGIT MODJO 1994 S/D 1995
15. KOLONEL INF. AFANDI 1995 S/D 1997
16. KOLONEL INF. A.D. SIKKI 1997 S/D 1997
17. KOLONEL INF. AGUS SUYITNO 1997 S/D 1999
18. KOLONEL INF. SUROYO GINO 1999 S/D 2001
19. KOLONEL ART. SUGENG HARIYADI 2001 S/D 2002
20. KOLONEL ART. HADI LUKMONO 2002 S/D 2005
21. KOLONEL INF. BUDIARDJO 2005 S/D 2007
22. KOLONEL INF. TATANG ADI CAHYONO 2007 S/D 2008
23. KOLONEL INF. FERDINAND SETIAWAN 2008 S/D 2010
24. KOLONEL INF. UDIN SUPIDIN 2010 S/D 2011
25. KOLONEL INF. TATANG SULAIMAN 2011 S/D 2012
26. KOLONEL ARM. MUHAMMAD NAKIR 2012 S/D SEKARANG

 

E. Dhuaja Korem 083/Baladhika Jaya.

  1. Wujud Dhuaja

    Bendera

    1. Berbentuk segi empat dengan ukuran 60 x 90 cm.
    2. Warna dasar hijau rumput dengan jumbai tepi warna kuning emas ukuran 7,5 cm.
    3. Simbol terdiri dari:
      1. Banteng hitam.
      2. Bintang bersudut 5 warna putih.
      3. Ikat pinggang besar warna kuning.
      4. Lingkaran bunga kapas jumlah 17 buah dan buah padi jumlah 45 butir warna kuning.
      5. Garis bergelombang sebanyak 8 buah warna hitam.
      6. Seloka pada ikat pinggang bertuliskan "Baladhika Jaya" warna hitam.
    4. Muka sebelah kirI simbol Korem 083/Bdj dan sebelah kanan simbol Brawijaya.
    5. Dibuat dari bahan beludru atau satin.
  2. Arti simbol, warna dan seloka

    1. Simbol.

      1. Banteng adalah lambang keberanian dan keuletan serta selalu siap menghadapi segala macam ancaman dan tantangan.
      2. Bintang bersudut 5 adalah Lambang Dasar Negara Republik Indonesia Pancasila.
      3. Ikat pinggang besar adalah lambang alat serba guna.
      4. Bunga kapas adalah lambang kemakmuran dalam hal sandang dan pakaian, jumlah 17 kuntum adalah lambang tanggal diproklamirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
      5. Buah padi adalah lambang kemakmuran dalam hal pangan dan jumlah 45 butir adalah tahun diproklamirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
      6. Garis bergelombang adalah lambang pantang menyerah dalam menghadapi segala ganguan ancaman dan tantangan.
      7. Sedangkan jumlah 8 adalah lambang bulan diproklamirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
      8. Seloka "Baladhika" berarti senopati perang yang gagah berani dan "Jaya" berarti kepahlawanan yang jaya dalam setiap pertempuran.
    2. Warna.

      Tata warna yang dipergunakan dalam Dhuaja terdiri dari warna hijau, kuning, putih dan hitam yang masing-masing mempunyai arti sebagai berikut:

      1. Hijau rumput melambangkan warna medan tugas dan sesuai dengan pakaian seragam TNI-AD.
      2. Kuning melambangkan sifat kemahiran dan kesiapan dalam melaksanakan tugas dan bijaksana.
      3. Putih melambangkan sifat kesucian hati/kejujuran.
      4. Hitam melambangkan sifat pantang mundur dan adil.

      Dengan demikian Korem 083/Baladhika Jaya memiliki sifat-sifat:
      "KESATRIA, BIJAKSANA, PANTANG MUNDUR DAN SUCI"

    3. Standart/Tiang Dhuaja.

      Tongkat

      Standart/Tiang Dhuaja dibuat dari kayu dengan ukuran garis tengah 4,5 cm dan dihias dengan ukiran dari bahan kuningan yang melambangkan senjata tombak dari pahlawan Trunojoyo yang ampuh untuk membasmi musuh. Tiang Dhuaja terdiri dari:

      1. Tombak tajam bersudut 3 warna.
      2. Lidah penyangga berjumlah 7 daun yang diartikan Sapta Marga.
      3. Bulatan Cakra berjumlah 5 melambangkan suatu kebijaksanaan yang mewujudkan kecepatan dalam berpikir sebelum menjalankan kewajiban dan jumlah lingkaran 5 melambangkan Sumpah Prajurit.
      4. Tangan yang menggenggam melambangkan suatu kekuasaan dan pimpinan.
      5. 5 ukiran melambangkan Pancasila.

F. Makna Dhuaja secara keseluruhan.

  1. Korem 083/Baladhika Jaya dijiwai oleh kepahlawanan, keberanian hati sebagai pimpinan dan akan tetap teguh serta bertanggungjawab atas keselamatan daerah hukumnya di bawah naungan komando Brawijaya.
  2. Segala kekuatan yang ada serta keuletannya akan selalu menggunakan kebijaksanaannya dengan penuh keyakinan dalam melaksanakan perintah atasan.
  3. Dalam melaksanakan tugasnya pantang mundur dan berjiwa kesatria, berani dan suci setiap membasmi perintang pembangunan nusa dan bangsa.
  • PENGUMUMAN CALON TARUNA DAN TARUNI AKMIL TA. 2014

    KOMANDO DAERAH MILITER V/ BRAWIJAYAKOMANDO RESOR MILITER 083/BALADHIKA JAYA PENGUMUMANNomor : Peng /02/ IV / 2014 tentang PENERIMAAN CALON TARUNA DAN TARUNI AKMILTAHUN... selanjutnya

  • 21-10-2012
  • 06/10/2012

Copyright © 2011-2012 - KOREM 083 BALADHIKA JAYA MALANG